Tanggulangi Terorisme, BNPT Manfaatkan Data Kependudukan

Tanggulangi Terorisme, BNPT Manfaatkan Data Kependudukan

thumb_WhatsApp_Image_2018-03-12_at_2.07_.14_PM_Banda Aceh- Untuk mendukung upaya penanggulangan terorisme dan tindakan radikalisme lainnya, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri dalam hal pemanfaatan data kependudukan di Jakarta, Senin (12/03/2018).

Kerjasama ini tertuang melalui penandatangan nota kesepahaman antara Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dengan Kepala BNPP Suhardi Alius.

Dalam sambutannya, Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan, MoU ini dapat menjadikan sebuah pedoman untuk melaksanakan penanggulangan terorisme lebih optimal dan tepat sasaran.

“Kemendagri melakukan upaya pencegahan dini, pembentukan Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) di pelbagai daerah, serta mensupport data dan informasi kependudukan yang membantu BNP”, jelas Tjahjo.

Mendagri menegaskan tidak mentolerir tindakan radikalisme dan upaya memecah belah persatuan bangsa.

“Siapapun yang ingin memecah belah, mengubah ideologi, mengubah UUD 45, termasuk membuat kekacauan, kami akan komunikasikan dengan BNPT,” terangnya.

Meski demikian, setiap warga negara menurut Tjahjo memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan, tidak terkecuali bagi napi dan mantan napi terorisme.

“Siapapun mereka ini adalah WNI, dan ini tentu akan menyadarkan warga negara kita dalam kerangka penanggulangan dan pembinaan radikalisme. Selain itu diperlukan juga upaya nyata dari kedua pihak yang berkaitan dengan penanggulangan terorisme”, sambung Tjahjo.

Kerjasama ini, bagi Tjahjo, sangat penting karena melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

“Agar stakeholder dapat mencermati potensi ancaman dalam menjaga stabilitas keamanan negara dan bangsa,” kata Tjahjo. Dukcapil***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *