Sayembara e-KTP, Fahri Siapkan Motor bagi yang Ungkap Kerugian Negara

Sayembara e-KTP, Fahri Siapkan Motor bagi yang Ungkap Kerugian Negara

b569d2e8-67f9-4775-b390-34f4510d195f_169.jpgwwBanda Aceh – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah membuat sayembara untuk mengungkap kerugian negara terkait kasus korupsi proyek e-KTP, yang disebut mencapai Rp 2,3 triliun. Dia akan memberikan sepeda motor kepada siapa saja yang dapat membuktikan jumlah tersebut.

“Saya malah punya tesis lain yang sampai sekarang saya mesti buka sayembara, barang siapa yang bisa memberitahukan kepada saya cara menghitung kerugian negara yang Rp 2,3 T itu, saya kasih sepeda motor dan helm. Itu sayembaranya belum saya cabut sampai hari ini,” kata Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (26/1/2018).

Sayembara tersebut dibuat oleh Fahri karena dirinya menduga Badan Pemeriksa Keuangan tidak pernah menghitung kerugian negara dalam kasus korupsi e-KTP. Pasalnya, menurut dia, tidak pernah ada dokumen yang diungkap terkait kerugian itu. “Karena saya yakin, begitu BPK tidak pernah melakukan perhitungan itu, justru perhitungan di BPK itu kasus e-KTP itu nyaris tidak ada kerugian. Pasti yang melakukan ini adalah penyelundupan,” kata Fahri. “Sampai sekarang tidak ada yang berani mengungkap sebenarnya, menghitung kerugian negara ini siapa yang melakukan. Mana dokumennya? Kenapa kita nggak bisa dapat dokumen itu dan publik nggak dibuka. Terus-menerus saja omong dari awal (soal jumlah kerugian karena e-KTP),” sambungnya.

Fahri pun menyebut cara KPK mengungkap kasus e-KTP terlalu ‘serabutan’. Menurutnya, ada satu pihak yang diuntungkan dan satu pihak yang dirugikan.

“Saya tahu dari awal bahwa cara KPK menangani kasus e-KTP ini adalah serabutan dan penuh dengan beban untuk mengamankan satu kelompok dan menjebloskan kelompok lainnya. Dari awal frame work-nya itu sudah salah,” ujar Fahri. Dia menantang KPK untuk membuka seluruh fakta di balik kasus tersebut. Fahri menginginkan Ketua KPK Agus Rahardjo dan mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dipertemukan dalam persidangan karena akan ada banyak fakta terungkap jika hal itu dilakukan.

“Artinya, apa yang saya curigai bahwa KPK sebenarnya menyembunyikan sesuai dalam kasus e-KTP semakin kentara. Saya yakin betul. Kalau nanti pihak-pihak ini sudah dipanggil, terutama saya minta agar Agus Rahardjo dan Gamawan dikonfrontasi di ruang sidang,” tukas dia.

“Menurut saya, itu akan membuka banyak hal. Berani nggak pengadilan meminta itu, ya,” imbuh Fahri.
(yas/elz)

Jalan Mr. Mohd Hasan Nomor 102 Banda Aceh 23352 Telp. (0651) 73155005, Fax (0651) 7315501

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *