Plan Internasional Indonesia Pelajari Sistem Adminduk di Indonesia

Plan Internasional Indonesia Pelajari Sistem Adminduk di Indonesia

Banda Aceh – Delegasi Plan Internasional Indonesia bertandang ke kantor Ditjen Dukcapil Kemendagri Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Rabu (01/08/2018). Delegasi diterima langsung oleh Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh, Sekretaris Ditjen Dukcapil I Gede Suratha, serta para Direktur di lingkungan Ditjen Dukcapil.

Sebagai pimpinan tuan rumah, Prof. Zudan berkesempatan memberikan penjelasan kepada delegasi tentang perkembangan dan penyelenggaraan Administrasi Kependudukan (Adminduk) di Indonesia.

Menurutnya, agenda besar kebijakan Adminduk di Indonesia adalah bagaimana Ditjen Dukcapil Kemendagri mengontrol penyelenggaraan Adminduk dari tingkat daerah hingga ke tingkat nasional.

Daerah hingga pusat berada dalam satu garis lurus dan satu komando. Oleh karena itu, produk yang dihasilkan pun sama di seluruh Indonesia.

“Kami memiliki 23 output layanan Adminduk, yang terdiri dari 22 outpun dalam bentuk dokumen kependudukan dan satu output berupa data kependudukan. Dokumen kependudukan berupa KTP-el, KK, KIA, dll”, jelas Prof. Zudan dalam bahasa Inggris.

Terkait data kependudukan, Zudan mengatakan bahwa data kependudukan di Indonesia digunakan oleh semua kementerian/lembaga, di antaranya untuk perencanaan pembangunan dan pelayanan publik. Data kependudukan tersebut diperoleh dari hasil pelayanan Dinas Dukcapil di daerah.

“Ketika orang merubah alamat tinggal, ketika orang pindah keluar dan pindah datang, sampai ketika ada orang yang menikah, yang melahirkan, yang meninggal, kami akan menerbitakan dokumen kependudukannya”, lanjut Zudan.

Selain itu, Zudan juga memaparkan beberapa perubahan dalam layanan Adminduk di Indonesia. Di antaranya terkait layanan Adminduk yang semula menganut stelsel pasif menjadi stelsel aktif, aktif dari pemerintah maupun dari masyarakat.

“Semua layanan Adminduk di Indonesia adalah gratis, tidak dipungut biaya apapun”, lanjutnya.

Selain layanan gratis, Zudan juga memaparkan kebijakan pelayanan dokumen kependudukan maksimal 1 jam serta masa berlaku KTP-el seumur hidup

“Tidak ada pembatasan masa berlaku KTP-el, kecuali ada perubahan elemen data kependudukan”, pungkasnya.

Usai menjelaskan, Prof. Zudan memberi kesempatan kepada Direktur Pendaftaran Penduduk David Yama yang memaparkan terkait struktur organisasi dan tugas masing-masing Direktorat di lingkungan Ditjen Dukcapil.

 

Selain David Yama, Direktur Bina Aparatur Dukcapil Joko Moersito juga berkesempatan menyampaikan paparannya. Joko Moersito memaparkan terkait kewenangan Ditjen Dukcapil untuk membina SDM aparatur Adminduk di daerah maupun di pusat.

 

Setelah pemaparan dilakukan, Prof. Zudan membawa delegasi ke ruang Call Center dan Galery Ditjen Dukcapil. Peserta delegasi terlihat antusias mengamati berbagai hal perkembangan Adminduk di Indonesia. Dukcapil***

Jalan Mr. Mohd Hasan Nomor 102 Banda Aceh 23352 Telp. (0651) 73155005, Fax (0651) 7315501

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *