Persiapan Pilkada Serentak, Mendagri Kumpulkan 19 Kepala Daerah se-Indonesia

Persiapan Pilkada Serentak, Mendagri Kumpulkan 19 Kepala Daerah se-Indonesia

182adcbd-b7d3-4d3c-9db1-f478bb30b087_169Banda Aceh – Kementerian Dalam Negeri menggelar rapat koordinasi dan dialog terbuka Gubernur seluruh Indonesia. Menteri dalam negeri Tjahjo Kumolo mengatakan rapat Gubernur diselenggarakan untuk menguatkan tata kelola pemerintah menjelang Pilkada 2017.

“Rakergub menjelang akhir tahun 2016 ini, dilaksanakan dalam rangka pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah, dengan titik berat pembahasan atas dinamika kondisi politik dalam negeri menjelang Pilkada Serentak pada Tahun 2017 dan penguatan tata kelola pemerintahan,” kata Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Kemendagri Jl Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (24/11/2016.)

Turut hadir dalam acara ini Ketua KPK Agus Rahardjo. Dalam sesi selanjutnya rencananya dihadiri Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menkopolhukam Wiranto.

Rapat tersebut membahas persiapan daerah-daerah yang akan meyelenggarkaan pemilu kepala daerah di 2017 mendatang. Tjahjo mengatakan Kepala daerah perlu memperhatikan empat area rawan menjelang Pilkada serentak 2017. Empat faktor penghambat yang harus diantisipasi diantaranya, faktor gangguan alam, faktor keamanan, faktor politik dan hukum, faktor distribusi logistik.

“Pemerintah memandang perlu perhatian Kepala Daerah atas 4 (empat) area rawan resiko terhadap Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2017,” kata Tjahjo.

“Pertama, Faktor gangguan alam dengan cuaca buruk, gunung meletus, gempa bumi, banjir. Kedua, faktor keamanan seperti, terorisme, separatisme, radikalisme, unjuk rasa, konflik komunal, penyalahgunaan senjata api dan bahan peledak. Ketiga, faktor politik hukum seperti, permasalahan daftar pemilih tetap dan faktor Iainnya seperti distribusi logistik terhambat, rendahnya partisipasi, netralitas penyelenggara,” jelas Politisi PDIP itu.

Dalam faktor politik Tjahjo menegaskan kepada Kepala Daerah perlu memperhatikan pengaruh asing. “Juga kemungkinan adanya intervensi asing yg merugikan kepentingan Indonesia secara politik dan keamanan,” tandas Tjahjo Kumolo kepada 19 Gubernur yang hadir.

Agenda rapat koordinasi dan dialog terbuka Gubernur seluruh Indonesia tersebut dihadiri 19 Kepala Daerah dari seluruh Indonesia. Diantaranya, Gubernur Bengkulu, Gubernur Sumatera Selatan, Gubernur Sumatera Utara, Gubernur Kalimantan Selatan, Gubernur Kalimantan Tengah, Wagub Maluku Utara, Gubernur Kalimantan Barat, Gubernur Sulawesi Barat, Plt. Gubernur Aceh, Wagub Sulawesi Tenggara, Gubernur Riau, Gubernur Jambi, Wagub Kalimantan Timur, Gubernur Sulawesi Selatan, Plt. Gubernur Gorontalo, Gubemur Sulawesi Utara, Plt. Gubernur Kep. Babel, Gubernur NTB, Gubernur Sumbar, Gubernur Bali .
(azf/fjp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *