Penyalahgunaan NIK dan Nomor KK Berangsur Menurun

Penyalahgunaan NIK dan Nomor KK Berangsur Menurun

thumb_Data_Kependudukan_Registrasi_PrabayarBanda Aceh – Pihak Kepolisian menyatakan penyalahgunaan data kependudukan NIK dan nomor KK pada penggunaan SIM Card/Kartu Seluler Prabayar secara bertahap berangsur-angsur menurun.

Kepolisian terus memantau pergerakan penyalahgunaan data NIK maupun nomor KK untuk mencegah serta menekan tindak pidana.

Kanit II Subdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri AKBP Idam Wasiadi mengakui data yang tidak valid, sebesar 90% kasus-kasus itu akan tereliminir dengan sendirinya.

Hal tersebut dikatakannya saat acara Diskusi Media Forum Merdeka Barat FMB9 di Jakarta, Rabu (14/03/2018).

Perlu diketahui, sebelumnya pihak kepolisian mengalami kendala keterkaitan dengan kartu yang belum teregistrasi maupun kartu yang teregistrasi tetapi menggunakan data kependudukan yang tidak semestinya.

“Saat ini kami terus melakukan tahap penyelidikan soal penyebaran data kependudukan tersebut yang tersebar melalui internet, seperti yang tadi disampaikan Pak Ramli (Ketua BRTI), 1 KK bisa untuk beberapa kartu” kata Idam.

Kepolisian-pun hingga saat ini masih menerima laporan terkait penipuan menggunakan sarana Ponsel. Selain pemerintah telah mewajibkan penggunaan data NIK dan nomor KK yang benar, register ini membantu kepolisian untuk mentracking pelaku-pelaku tersebut.

“Ini termasuk tindak pidana, dan kami akan telusuri maupun identifikasi.” terang Idam.

Registrasi yang dilakukan masyarakat dapat meminimalisir tindak penipuan maupun kejahatan. Tetapi yang perlu diingat hal tersebut tidak akan menghilang niat para pelaku yang mempunyai tujuan yang berbeda. Dukcapil***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *