Kemendagri Imbau Daerah Hati-Hati Terbitkan NIK Baru

Kemendagri Imbau Daerah Hati-Hati Terbitkan NIK Baru

thumb_SE_Penerbitan_NIK (1)Banda Aceh – Kementerian Dalam Negeri mengimbau daerah untuk lebih cermat dan berhati-hati dalam proses penerbitan Nomor Induk Kependudukan (NIK) baru.

Selain agar tidak terjadi duplicate record juga untuk menghindari penerbitan NIK bagi Orang Asing atau WNA.

Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 270/65/65/Dukcapil tertanggal 10 April 2018 yang ditandatangani Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh atas nama Menteri Dalam Negeri.

Ketika ada pengajuan pendaftaran penduduk baru yang berimplikasi pada penerbitan NIK, terutama bagi orang dewasa, Dirjen Dukcapil mengharuskan Kepala Dinas Dukcapil untuk berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi atau Instansi terkait setempat.

Tujuannya utamanya untuk memastikan status kewarganegaraan penduduk yang melakukan permohonan.

Setelah dipastikan status kewarganegaraannya, WNI atau Orang Asing Pemegang KITAP atau Pemegang KITAS, maka proses penerbitan NIK baru bisa dilakukan.

Selanjutnya, NIK yang telah diterbitkan bagi penduduk Orang Asing tidak perlu diserahkan kepada KPU, karena penduduk Orang Asing tidak mempunyai hak untuk memilih dan dipilih dalam Pilkada atau Pemilu.

Imbaun ini terbit setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi dan Kabupaten/Kota menyurati Dinas Dukcapil Provinsi dan Kabupaten/Kota agar menerbitkan NIK bagi calon pemilih yang NIK belum terisi atau masih kosong berdasarkan hasil Coklit Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP).

Untuk diketahui, Dinas Dukcapil Kabupaten/Kota dapat menerbitkan NIK dengan persyaratan dan tata cara penerbitan NIK berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2008 tentang Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil. Dukcapil***

Jalan Mr. Mohd Hasan Nomor 102 Banda Aceh 23352 Telp. (0651) 73155005, Fax (0651) 7315501

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *