Dirjen Dukcapil Tanggapi Isu 6,7 Juta Pemilih Kehilangan Hak Pilih

Dirjen Dukcapil Tanggapi Isu 6,7 Juta Pemilih Kehilangan Hak Pilih

thumb_Zudan_Arif_FakrullohBanda Aceh –  Menanggapi pemberitaan media massa terkait adanya 6,7 juta calon pemilih yang berpotensi tidak bisa menggunakan hak pilih karena belum memiliki KTP-el, Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh memberikan pernyataan resmi di Jakarta, Kamis (22/03/2018).

Setidaknya, delapan point yang disampaikan Prof. Zudan.

Pertama, di antara 6,7 juta pemilih tersebut terdapat 2,1 juta penduduk yang merupakan pemilih pemula, yaitu penduduk wajib pilih yang baru berusia 17 tahun  yang dihitung sejak ditetapkan DP4 sampai dengan pada hari H pemungutan suara.

Kedua, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan, maka penduduk yang belum berusia 17 tahun belum diperbolehkan diterbitkan KTPel-nya.

Solusi atas hal ini, supaya pemilih pemula tersebut dapat menggunakan hak pilihnya, maka pemilih tersebut dapat diterbitkan Surat Keterangan Pengganti KTP-el.

Dalam pengurusan Surat Keterangan tersebut, dapat dilakukan secara kolektif sebagaimana telah diterapkan pada saat Pilkada Serentak Tahun 2017.

Suket kolektif tersebut menyatakan bahwa pemilih tersebut berada dalam database kependudukan nasional.

Ketiga, sisa dari 6,7 juta, sebanyak 4,6 juta merupakan penduduk yang memang belum melakukan perekaman KTP-el.

Penduduk sebanyak 4,6 juta tersebut setara dengan 2,6% dari seluruh penduduk wajib KTP (185.249.711 jiwa).

Keempat, terhadap penduduk sebesar 4,6 juta tersebut sudah dilakukan upaya-upaya oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah antara lain berupa pelayanan keliling berupa jemput bola ke sekolah, kampus, pondok pesantren serta tempat-tempat keramaian lainnya.

Juga pelayanan keliling dengan jemput bola mendatangi desa-desa atau tempat-tempat terpencil dengan menggunakan sarana mobile enrollment.

Selain itu, juga dengan membuka pelayanan Perekaman dan Pencetakan KTP-el dalam event-event pameran, maupun event-event lainnya.

Terkait hal ini, Mendagri sudah menginstruksikan agar Dinas Dukcapil tetap memberikan pelayanan di hari libur.

Kelima, namun untuk meningkatkan cakupan penduduk melakukan perekaman KTP-el, tetap diperlukan partisipasi dari seluruh penduduk dengan cara pro aktif mendatangi tempat-tempat pelayanan, baik yang ada di desa/kelurahan, kecamatan maupun Dinas Dukcapil kabupateb/kota.

Tanpa partisipasi aktif dari masyarakat, maka penyelesaian target 100% penduduk memiliki KTP-el tidak dapat tercapai.

Intinya, penduduk juga harus pro aktif merekam agar hak pilihnya terjamin.

Keenam, mencermati DPS dari KPU ternyata sudah 96% pemilih sudah memiliki KTP-el atau Suket. Sisa yang sekitar 4% inilah yang akan kita kejar. Masyarajat juga diminta pro aktif merekam.

Ketujuh, untuk mengantisipasi dan mengatasi masalah perekaman dan pencetajan KTP-el, sejak pertengahan 2017 Ditjen Dukcapil Kemendagri sudah membuat call centre di 1500537. Bagi masyarakat yang perlu Suket perlu KTP-el segera melapor.

Tentu saja masyarakat juga harus pro aktif merekam.

Kedelapan, jemput bola ke RT/RW, kampus, sekolah, kantor-kantor sudah menjadi program rutin Dinas Dukcapil. Bagi kantor-kantor, kampus-kampus yang menghendaki kami jemput bola ke sana, silahkan hubungi Dinas Dukcapil kabupaten/kota setempat. Dukcapil***

Jalan Mr. Mohd Hasan Nomor 102 Banda Aceh 23352 Telp. (0651) 73155005, Fax (0651) 7315501

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *