Data Kependudukan untuk Pemilihan Terus Dirapikan

Data Kependudukan untuk Pemilihan Terus Dirapikan

whatsapp_image_2017-11-06_at_12.51.19_1.jpegttBanda Aceh – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan, pemerintah terus bekerja keras merapikan data kependudukan. Data ini sangat penting, karena jadi basis data untuk keperluan pemilihan baik itu dalam pemilihan kepala daerah maupun untuk pemilu nasional. Karena itu, validitasnya harus dijamin. Tak boleh ada data ganda.

Menteri Tjahjo mengatakan itu, saat ditanya para wartawan usai ia jadi pembicara dalam sarasehan bertajuk Pancasila dan Kebhinekaan di kampus Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta kemarin. Menurut Tjahjo, masih saja ada warga yang punya KTP ganda. Bahkan ada pula pejabat yang punya KTP lebih dari satu.

“Inikan kebiasaan. Bukan pejabat, semua orang ya. Kalau pindah alamat kan mereka punya KTP,” kata Tjahjo.

Data di Kementerian Dalam Negeri lanjut Tjahjo mencatatkan ada sekitar 1 jutaan data ganda. Ini yang terus dibersihkan. Sehingga data kependudukan benar-benar bersih dan valid. Jadi satu orang hanya satu punya Nomor Induk Kependudukan. Tidak lagi punya KTP lebih dari satu. Dan, ada satu kebiasaan, setiap orang pindah rumah, pindah alamat, sering membuat KTP baru. Tapi KTP lama tidak dihapusnya.

“1 juta loh ternyata yang datanya kami ada. Dia pindah rumah minta KTP baru tanpa KTP lamanya dihapus. Itu saja. Jadi menertibkannya kan sulit.

Ini kata Tjahjo yang sekarang terus disisir oleh Kementerian Dalam Negeri. Alamat terakhir dari pemilik KTP lebih dari satu yang dicari. Itu yang akan dipakai sebagai data termutakhir. Tidak hanya itu, problem lainnya adalah ketika ada orang meninggal, tidak dilaporkan. Sehingga KTP atau datanya masih tercatat. Ini memang memerlukan kesadaran dari masyarakat sendiri yang harus pro aktif melaporkan.

“Nah kan kita harus tahu alamat yang terakhir dimana. Itu saja. Kayak dia warga DKI, tinggal diluar negeri. Pada saat hari H nyoblosnya datang semua. Padahal dia belum merekam, KTP- nya baru. Ya baru tapi inikan administrasi. Orang meninggal orang pindah itu enggak lapor. Ada dua KTP kan kadang-kadang bangga. Hampir 1 juta yang jadi problem di Pilkada,” tuturnya.

Problem itu kata Tjahjo hampir terjadi di seluruh Indonesia. Ini membutuhkan kerja yang lebih keras. Namun yang terkait dengan permasalahan Pilkada, memang kemarin paling banyak terjadi di Ibukota Jakarta. Pemerintah dalam hal ini Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil, dan juga dirinya sebagai Mendagri terus mendorong pemerintah daerah dalam layanan kependudukan untuk pro aktif. Lakukan layanan jemput bola. Ia contohkan seperti yang dilakukan pemerintah Kota Surabaya. Dan di beberapa daerah, petugas kependudukan juga tetap  melayani meski hari libur.

“Orang-orang yang sibuk kan sulit. Surabaya bagus kalau gabis magrib naik motor masuk ke rumah-rumah. Siapa yang punya warga baru, yang belum merekam siapa. Tapi kan tidak semua sama. Saya kira bagus,” katanya.

Tentu kata Tjahjo bukan pekerjaan ringan merapikan data kependudukan dengan kompleksitas masalahnya. Tapi, ini kewajiban negara menjamin hak warga negara yang dijamin konstitusi. Kemendagri tentu akan terus bekerja keras, melakukan segala terobosan, agar hak dokumen kependudukan warga bisa terjamin. Termasuk menjamin hak pilih warga di Pilkada. Dan juga mendata warga yang tinggal di luar negeri. Itu sedang dilakukan Kemendagri bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri.

 “Ya kemarin tim kami sudah ke Jeddah. Kami kerja sama dengan Kemenlu. Mendorong mereka supaya yang sekolah yang kerja, mendaftar. Supaya nanti untuk Pileg dan Pilpres-nya punya hak untuk memilih. Kalau dia pulang domisili dimana. Jangan sampai dia domisili, dia pindah alamat kan harus sesuai dengan dimana dia tinggal. TPS-nya kan harus sama. Kalau di daftar TPS enggak ada dia kan tak bisa. Pemerintah jemput bola tapi juga masyarakat juga pro aktif. Kalau yang tinggal di apartemen-apartemen bagaimana mau door to door kan juga sulit,” urainya.

Sumber :Puspen Kemendagri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *