Data Kependudukan Perkuat Sinergi Pemerintah dan Swasta di Era Digital

Data Kependudukan Perkuat Sinergi Pemerintah dan Swasta di Era Digital

thumb_PKS_dengan_6_Lembaga_Perbankan_(3)Banda Aceh – Era digital kini tak lagi dapat terelakkan. Perkembangannya semakin pesat dan merambah ke segala aspek kehidupan. Tidak terkecuali bagi pemerintah dan kalangan swasta.

Sejalan dengan itu, pemerintah melalui Ditjen Dukcapil Kemendagri semakin memperkuat sinergi pemerintah dan swasta melalui ekosistem pemanfaatan data kependudukan.

“Suatu tata pemerintahan terdapat pihak pemangku kepentingan meliputi tiga pihak, negara-pemerintahan, masyarakat dan sektor swasta atau biasa juga disebut sebagai state-civil society-market”, jelas Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh di Thamrin Nine, Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Pada kesempatan itu, Prof. Zudan menandatangani kerja sama pemanfaatan data kependudukan dengan pimpinan sembilan lembaga perbankan dan pembiayaan. Dengan demikian, sudah 972 lembaga pengguna yang kerja sama dengan Ditjen Dukcapil.

Zudan melanjutkan, dalam praktik tata kelola perbankan/lembaga pembiayaan, banyak kemungkinan yang bisa terjadi. “Antara lain kejahatan perbankan, kredit macet, penipuan hingga memberikan identitas palsu”, lanjutnya.

Dengan adanya kerjasama pemanfaatan data, kemungkinan tersebut bisa diantisipasi dan ditanggulangi.

Selain itu, Zudan juga menyorot inovasi manajamen co-kreasi yang dilakukan perbankan seperti layanan ATM Bersama. Menurutnya, inovasi seperti ini merupakan model sinergi dan kreasi di era kompetisi.

“ATM kedepannya mungkin penggunaannya berkurang, masyarakat beralih ke e-wallet maupun M-Banking. Dan ini semakin efektif serta efisien untuk tata kelola perbankan. Sehingga bangsa kita kedepan pelayanannya semakin bagus, dari manual ke digital,” jelas Zudan.

Dari sudut pandang pemerintah, kerjasama pemanfaatan data kependudukan menurut Zudan sebagai langkah perbaikan tata kelola pemerintahan.

“Karena mau tak mau tata kelola pemerintahan harus berubah, termasuk di dalamnya tata kelola sektor swasta,” sambungnya.

Kedepannya, lanjut Zudan, Ditjen Dukcapil akan terus meningkatkan kecepatan dalam mengakses dan mengeksplorasi data yang tersimpan.

“Masyarakat cukup membawa sidik jari, basisnya biometrik, pemerintah mendukung tata kelola di sektor swasta agar bertambah efisien, kejahatan di perbankan bisa diminimalisir. Caranya cuma satu, yakni akses data kependudukan”, tutup Zudan.

Adapun lembaga keuangan yang bergabung adalah BRI Agro, MNC Bank, Bank Amar, dan BNI Syariah. Sementara lainnya perusahaan pembiayaan: Mitra Dana Top Finance, Shakti Top Finance, CS Finance, Mega Auto Finance dan Mega Central Finance. Dukcapil***

Jalan Mr. Mohd Hasan Nomor 102 Banda Aceh 23352 Telp. (0651) 73155005, Fax (0651) 7315501

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *