Data Kependudukan Hasilkan Lembaga Perbankan yang Positif

Data Kependudukan Hasilkan Lembaga Perbankan yang Positif

thumb_PKS_dengan_6_Lembaga_Perbankan_(4)1.jpgssssssBanda Aceh – Pemanfaatan data kependudukan dengan dengan lembaga jasa keuangan, perbankan maupun lembaga pembiayaan, diharapkan menjadi inklusi bagi sektor perbankan yang positif.

“Inilah yang pemerintah sediakan, yaitu keuangan yang inklusi, kedepannya  menuju era digital, sehingga hasilnya menjadi sebuah lembaga perbankan yang positif”, kata Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh pada acara penandatanganan kerja sama pemanfaatan data kependudukan dengan sembilan lembaga perbankan/pembiayaan di Thamrin Nine, Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Prof. Zudan mengatakan, saat ini sudah 972 kementerian/lembaga yang sudah bekerjasama untuk pemanfaatan data kependudukan dengan Ditjen Dukcapil.

Dengan semakin banyaknya lembaga yang bekerjasama, Prof. Zudan mengaku pihaknya selama enam tahun terakhir sudah membangun model Single Identity Number, melalui Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang ada di KTP-el.

NIK tersebut di antaranya untuk memudahkan lembaga perbankan/pembiayaan melakukan verifikasi kepada nasabah.

Acara yang juga dihadiri Direktur Fasilitasi Pemanfaatan Data dan Dokumen Kependudukan David Yama, serta para pimpinan sembilan lembaga keuangan dan perbankan ini semakin memperkuat komitmen pemerintah untuk memanfaatkan NIK dan KTP-el sebagai identitas tunggal yang digunakan untuk semua keperluan.

Kesempatan yang sama, Direktur Utama Mitra Dana Top Finance, Faizal Karamoy mewakili Sembilan lembaga perbankan mengatakan, kerjasama ini sebagai bentuk peningkatan layanan keuangan dan dalam rangka memenuhi regulasi.

“Ini merupakan tindak lanjut, mengingat banyak aspek yang harus kami kaji secara mendalam, termasuk menyiapkan infrastruktur. Terutama kebijakan penguatan soal NIK, data kependudukan dan KTP-el bagi industri jasa keuangan secara luas,” kata Faizal.

Dalam industri perbankan, menurutnya, manfaat yang diperoleh di antaranya memberikan kemudahan dalam proses verifikasi kredibilitas calon nasabah agar lebih cepat dan akurat.

Selain itu, juga meningkatkan kualitas layanan agar tepat sasaran, mendukung penerapan program tindak pidana pencucian uang, pencegahan pendanaan teroris, serta agar masyarakat cepat dan tepat dalam menerima layanan. Dukcapil***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *