Cerita Faozi: Bikin e-KTP Selama 4 Tahun, Masih Juga Salah Foto

Cerita Faozi: Bikin e-KTP Selama 4 Tahun, Masih Juga Salah Foto

3a1c67e8-064d-4f56-80eb-feced76cad3e_169.jpg222Banda Aceh – Amat Faozi (39), warga RT 02 RW 05, Desa Kesesi, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, awalnya tidak mengira untuk memiliki e-KTP harus menunggu lama. Sejak tahun 2013, dia mengurus pembuatan dan baru jadi di tahun 2017. Itupun, tidak bisa digunakan karena foto yang terpampang di lembaran e-KTP ternyata bukan foto dirinya.

Sedianya e-KTP tersebut akan dibawa Faozi ke Jakarta, tempat dia bekerja selama ini. Namun, karena salah foto e-KTP akhirnya ditinggal di rumahnya begitu saja. Akhirnya Amat Faozi terpaksa pergi ke Jakarta tanpa membawa KTP.

Ketika dihubungi melalui pesawat teleponnya, Faozi merasa kecewa. Dia menyayangkan e-KTP yang dibuat selama 4 tahun tidak berfungsi sebagai bukti identitas diri karena beda foto.

“Lha itu, saya juga kaget. Bikinnya sudah lama 4 tahunanlah, tapi salah,” jelas Faozi saat dihubungi detikcom, Kamis (20/07/2017) pagi.

Ketika menerima lembaran KTP, Faozi sendiri merasa kaget dengan penampakan foto lain di e-KTP miliknya.

“Saya tidak tahu, saya tidak kenal itu foto siapa. Kalau nama dan alamatnya sih sudah benar,” jelasnya.

Proses Faozi untuk membuat e-KTP dimulai sejak tahun 2013 lalu. Karena alasan blangko habis atau belum jadi, proses pembuatan e-KTP tidak bisa langsung jadi.

“Alasanya blangko belum jadi, blangko (e-KTP) belum ada. Setiap pulang ke kampung, saya sempatkan ke Capil (Kantor Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil/Dukcapil), katanya belum jadi terus,” ujarnya.

Selama 4 tahun, Faozi yang selalu pulang kampung saat libur lebaran, menyempatkan ke Kantor Dukcapil Kabupaten Pekalongan, namun saat dikonfirmasi e-KTP miliknya belum jadi. Baru, di tahun keempat, pada tahun 2017, e-KTP itu bisa diambil.

“Kemarin pas lebaran, saya ke Capil lagi, katanya belum jadi juga. Karena saya buru-buru berangkat ke Jakarta (tanggal 4 Juli), saya minta tolong perangkat untuk mengambilkan bila sudah jadi,” katanya.

Sesampainya di Jakarta, Faozi mendapatkan kabar e-KTP miliknya sudah jadi diambilkan oleh salah satu perangkat. Namun, hasilnya tetap saja mengecewakan, foto yang terpampang ternyata bukan foto dirinya. Akhirya, e-KTP yang salah itu ditinggal di rumah.

“Kalau repot ya jelas repot karena harus kembali merubah data. Iya kalau bisa cepat. Tapi saya tetap harus mengurus. Nunggu ada waktu pulang kampung lagi,” kata dia.
(mbr/mbr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *