Bikin E-KTP di Stan Kemendagri

Bikin E-KTP di Stan Kemendagri

BANDA ACEH – Stan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di hall 6 PIN dan Teknologi Tepat Guna (TTG) 2015, di depan stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, Banda Aceh, menjadi salah satu stan yang selalu ramai pengunjung. Itu karena stan ini melayani konsultasi administrasi kependudukan dan pembuatan KTP elektronik (e-KTP).

Amatan Serambi Sabtu (10/10), sejak pukul 10.30 WIB hingga pukul 12.00 WIB kemarin, para pengunjung silih berganti masuk ke stan tersebut untuk konsultasi pembuatan e-KTP. Rata-rata pengunjung yang datang adalah warga yang belum pernah melakukan rekaman data diri untuk pembuatan KTP elektronik. Selebihnya, ada yang sudah merekam data, tapi belum memiliki e-KTP, serta warga yang kehilangan e-KTP.

Petugas stan Kemendagri, Seno, mengatakan, pelayanan administrasi kependudukan itu merupakan kerja sama Kemendagri dengan Disdukcapil Banda Aceh di event TTG. Selama ini, pelayanan itu sebenarnya hanya ada di tingkat kabupaten dan kecamatan di seluruh wilayah di Indonesia.

“Ini tujuannya untuk memudahkan warga, karena KTPnya langsung jadi. Di event TTG ini, kita coba memfasilitasi kabupaten/kota untuk melayani warga,” kata Seno.

Ia juga mengatakan, sejak hari pertama dibukanya Stan Kemendagri di event TTG, warga sangat antusias begitu mengetahui ada pelayanan administrasi kependudukan berupa pembuatan e-KTP kilat.

“Ada yang belum pernah rekam data diri, sudah pernah rekam tapi belum keluar e-KTPnya, dan ada juga yang sudah hilang. Semua kita bereskan di sini, kalau yang mengaku kehilangan harus dibuktikan dengan keterangan polisi,” kata Seno.

Sistem kerja yang dilakukan petugas di stan Kemendagri sama seperi sistem kerja Disdukcapil di tiap-tiap kabupaten saat merekam data diri warga, yakni menggunakan alat perekam berupa biomatric search dan alat untuk sidik jari.

“Jadi alat ini akan mencari semua data penduduk yang telah merekam ataupun yang ingin direkam untuk pembuatan e-KTP. Semua perekam langsung diproses dan diintegrasikan secara online ke sistem nasional, jika sudah oke, langsung dicetak,” pungkas Seno. (sb)

Sumber: Serambi Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *