Belajar dari Peter Drucker untuk Menata Adminduk di Indonesia

Belajar dari Peter Drucker untuk Menata Adminduk di Indonesia

thumb_Menata_Adminduk_Peter_Drucker_(3)Banda Aceh– Teori yang dikemukakan Peter Ferdinand Drucker, profesor kelahiran Wina Austria-Hungary tahun 1909 dan paling berpengaruh dalam dunia manajemen, bisa menjadi acuan untuk perbaikan pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) di Indonesia.

Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh menjadikan teori Peter Drucker untuk memacu Dinas Dukcapil menyelesaikan permasalahan dan tantangan pelayanan dokumen kependudukan yang dialami jajarannya.

“Seperti yang disampaikan Peter Drucker, menyelesaikan masalah saat ini, tidak dengan pendekatan masa lalu”, kata Zudan pada acara Bimtek Bidang Pendaftaran Penduduk di Jakarta, Rabu (26/04/2018).

Meski seorang yang sangat jenius, pelajaran terpenting dari Peter Drucker seperti dituliskan oleh konsultan top Jim Collins, adalah semangat belajarnya.

Ia tetap mau mempelajari sesuatu, apapun dan dari siapapun, termasuk murid-muridnya, hingga dia menjadi guru manajemen yang paling berpengaruh di dunia.

“Ketika kantor Dukcapil tutup, terutama front office-nya, dokumen dicetak secara online. Tinggal petugas yang mengapprove, diverifikasi NIK-nya. Terbayang dengan teknologi di masa depan, Kartu Keluarga dicetak dari rumah masing-masing”, lanjut Zudan.

Perkembangan dan kemajuan seperti ini mungkin belum terbayangkan akan terwujud di masa depan.

Untuk itu, semangat belajar, memperbaiki diri dan layanan secara terus menerus, menekankan efektivitas, pengendalian mutu, mengedepankan kreativitas adalah hal yang mutlak dilakukan sebagaimana teori MBO (Management By Objectives) seorang jenius Peter Drucker.

“Inilah perkembangan-perkembangan yang tak pernah terbayang itu harus diwujudkan di masa depan, diawali dari pengisian data kependudukan yang benar”, sambungnya.

Selanjutnya, Zudan mengatakan satu periodesasi, Indonesia baru menata kelola Adminduk secara sistematik selama 12 tahun sejak keluarnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006.

Penataan Adminduk secara masif kemudian diperbaiki secara terus-menerus, percepatan, dinamisasi, perubahan serta penyesuaian-penyesuaian.

“Dengan melihat kondisi global yang cepat berubah, maka kondisi negara dan pemerintahan-pun cepat berubah. Kita perlu mencermati perubahan-perubahan yang sangat deras dan tak bisa dibendung lagi,” tambah Prof. Zudan.

Zudan juga kembali mengingatkan akan adanya beberapa aspek transformasi perubahan dunia, seperti aspek teknologi, aspek pengiriman uang serta sarana komunikasi.

Oleh sebab, Dukcapil akan terus bertransformasi dalam awal dan penyelesaian 23 dokumen kependudukan dengan outputnya masyarakat yang bahagia.

“Jadi dalam pelayanan publik, kita harus punya keberanian, terobosan-terobosan serta keluar dari kebekuan-kebekuan prosedur,” tutup Zudan. Dukcapil***

Jalan Mr. Mohd Hasan Nomor 102 Banda Aceh 23352 Telp. (0651) 73155005, Fax (0651) 7315501

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *