Gubernur Ajak Warga Buat Akta Kelahiran

Gubernur Ajak Warga Buat Akta Kelahiran

AKTA kelahiran adalah akta catatan sipil hasil pencatatan terhadap peristiwa kelahiran seseorang. Dengan dokumen inilah seseorang, khususnya anakanak terlindungi hakhaknya dan diakui oleh negara. Selama ini neka permasalahan bisa muncul jika seorang anak tidak punya akta kelahiran. Beragam manipulasi bisa berpangkal akibat ketiadaan dokumen penting ini.

Dengan akta kelahiran, seorang anak bisa mendapatkan hak waris dari orangtuanya, mencegah pemalsuan umur, perkawinan di bawah umur, tindak kekerasan terhadap anak, perdagangan anak, adopsi ilegal, dan eksploitasi seksual. Dengan kepemilikan dokumen penting itu pula, negara berhak untuk memberikan perlindungan, fasilitas kesehatan, pendidikan, pemukiman, dan hak-hak lainnya sebagai warga negara.

“Setiap orang harus punya akta kelahiran, terlebih seorang anak. Oleh karena itulah diharapkan kepada seluruh masyarakat Aceh untuk segera membuatnya. Dengan dokumen tersebut negara bisa memberikan perlindungan,” kata Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah kepada Serambi. Gubernur Zaini Abdullah mengakui bahwa kesadaran masyarakat untuk membuat akta kelahiran masih kurang.

Hal ini boleh jadi lantaran minimnya pengetahuan mereka tentang pentingnya pembuatan akta kelahiran. Berdasarkan catatan Dinas Registrasi Kependudukan Aceh, hingga kini 34,72 persen anak umur 0-5 tahun belum punya akta kelahiran. Sedangkan untuk umur 6-18 tahun mencapai 57,24 persen, an umur 19 tahun ke atas mencapai 64,25 persen yang belum punya akta kelahiran.

Ketiadaan syarat-syarat untuk mengurus akta lahir seperti KTP orangtua, Kartu Keluarga, Akta Nikah Orangtua, dan Surat Keterangan Lahir, telah membuat ribuan anak di Aceh tidak memiliki akta lahir. Mereka semua masuk dalam kategori penduduk rentan administrasi kependudukan.

Nah, menghadapi kondisi ini, Gubernur Zaini mengharapkan kabupaten/ kota lebih proaktif mendatangi dan menjangkau mereka untuk memberikan pemahaman. Selain untuk yang bersangkutan, kata Gubernur, dokumen tersebut juga sangat penting bagi negara.

Dengan adanya pencatatan secara teratur, Pemerintah Aceh bisa mengetahui pertambahan jumlah penduduk setiap tahunnya. “Dengan adanya pencatatan, akan membantu pemerintah untuk membuat perencanaan kebijakan yang tepat di bidang kependudukan,” kata Gubernur.

Peran orangtua

Bagi seorang anak, akta kelahiran merupakan bukti bahwa orang tua secara hukum sudah memenuhi tanggung jawabnya untuk memberikan perlindungan hukum terhadap anak. Gubernur meminta orangtua menjalankan kewajiban ini. Saat anak-anak didaftarkan masuk sekolah, kata Gubernur, yang diminta adalah akta kelahiran. Jika dokumen tersebut tidak ada, sekolah tidak akan menerimanya. “Jadi, orangtua pun harus memiliki kesadaran untuk membuat akta lahir bagianaknya,” kata Zaini Abdullah.(*)

(Sumber : Serambi Indonesia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *